Mengawali karirnya sebagai seorang t-shirt designer di Justred (fashion store), kini wahyu bekerja sebagai web programmer di sebuah start-up di Bali. Diluar jam kerjanya sebagai programmer, wahyu adalah seorang freelancer. Menyediakan jasa dibidang desain grafis dan pengembangan website, sudah wahyu jalani sejak tahun 2010.

"Programming dan desain grafis, bagi saya adalah kombinasi yang sangat pas. Programming membantu memaksimalkan kinerja otak kiri, sedangkan desain grafis  membantu mengoptimalkan kinerja otak kanan"

Sejak pertama kali diperkenalkan dengan komputer oleh ayahnya, wahyu sudah sangat antusias. Semasa SD, wahyu sering membantu ayahnya mengajar ekstrakurikuler komputer di SMP tempat ayahnya mengajar. Wahyu mengaku dulu sangat menyukai aplikasi paint. Berjam-jam wahyu habiskan di depan layar komputer untuk menggambar sebuah bola billiard, lengkap dengan nomor dan bayangan-bayangan di sekitar bola tersebut, semua atribut dilengkapi agar gambar yang dibuat, bisa terlihat se-nyata mungkin.

Memasuki masa SMP, wahyu mulai mengenal Adobe Photoshop. Disinilah awal mula wahyu mengenal dunia desain grafis. Sedangkan dunia programming mulai dipelajari saat SMA. Meskipun lebih banyak belajar programming secara otodidak, wahyu cukup aktif mengikuti kegiatan lomba programming. Tidak jarang wahyu meraih juara di berbagai kompetisi programming, mulai dari tingkat kabupaten hingga provinsi.

Sebelum mengakhiri masa pensiun dari kegiatan mengikuti lomba-lomba (karena sudah kelas 3 SMA), wahyu berinisiatif untuk membentuk regu belajar (sanggar) komputer di sekolahnya. Dengan nama Computer Science Society (CSS), wahyu mengajak teman-teman dan adik kelasnya untuk belajar tentang desain grafis dan pemrograman. Keaktifan pria bernama lengkap Kadek Wahyu Mega Duta ini berbagi ilmu di CSS, membuahkan hasil positif. SMA N 1 Tabanan (SMA almamater wahyu), saat itu, semakin dikenal di dunia perlombaan IT, dan mulai menjadi sorotan ketika sering menjuarai berbagai lomba programming di Bali. 

Lulus dari jenjang SMA, wahyu tidak lantas meninggalkan CSS. Semasa kuliah, wahyu masih aktif kembali ke SMA untuk mengajar adik-adik kelasnya dalam persiapan lomba-lomba. Mulai dari lomba tingkat provinsi, hingga lomba berskala nasional.

"Sewaktu saya masih kecil, saya punya cita-cita menjadi seorang guru. CSS menjadi tempat saya untuk berlatih mencapai cita-cita saya. Dan saya percaya bahwa, mengajar adalah salah satu cara terbaik untuk belajar"

Diluar jam bermainnya dengan komputer / laptop, pria yang meraih predikat lulusan terbaik di Jurusan Teknologi Informasi Universitas Udayana ini, senang mengisi waktunya dengan membaca. Meskipun memiliki latar belakang seorang IT, wahyu membaca berbagai kategori buku di luar IT. Mulai dari psikologi, bisnis, marketing, self-driving, dan lain-lainnya. Selain membaca, wahyu juga senang menghabiskan waktu luangnya dengan berbagai hobi, seperti bermain basket, gitar, rubiks, dan cardistry.

"Saya ingin sekali mempelajari banyak hal. Dan semakin banyak saya mempelajari sesuatu yang baru, semakin banyak yang tidak saya tau, dan semakin banyak lagi yang ingin saya pelajari. I am a lifelong learner!"